Kamis, 02 September 2010

Berikut adalah beberapa fakta tentang negara malingsia yang belum banyak diketahui:

1. Malaysia tidak benar2 memiliki kebudayaan sendiri. Ada 3 unsur budaya penting di Malaysia: Melayu yang berasal dari kalimantan dan Riau, budaya China dan budaya India. Jadi, setidak-tidaknya, Malingsia memang sedang krisis degradasi budaya. iklan-iklan yang menampilkan budaya-budaya Indonesia hanyalah strategi bisnis malingsia yang ingin memajukan pariwisatanya di mata dunia internasional. Isu-isu ini juga yang seringkali menimbulkan konflik di malingsia: isu-isu ras melayu, china dan india.
2. Malaysia sedang di pimpin oleh pemimpin yang dzolim, diktator, haus akan kekuasaan dan sebenarnya rasial. Partai UMNO yang sekarang sedang memimpin malingsia adalah generasi kedua. Sebarnya, generasi pertama mereka sangat dekat dengan Indonesia. ketika baru merdeka, malingsia masih dikuasai oleh orang-orang keturunan china. maka dari itu, pemerintah malingsia meminta bantuan pada indonesia untuk memajukan negaranya dengan cara mendatangkan para ahli dari indonesia. Setelah usahanya berhasil, kemdian bangsa melayu bisa menguasai malingsia dan membuat peraturan yang kebanyakan menguntungkan bangsa melayu. sedangkan china dan india tidak benar-benar diperhatikan. hanya diberi kelonggaran dalam urusan bisnis saja. itu pun tidak terlalu berpengaruh pada urusan negara dan politik.
karena pemimpin generasi kedua ini sudah melupakan jasa-jasa Indonesia pada malingsia, maka tak heran jika sekarang malingsia sering berbuat semena-mena pada indonesia dan orang2nya. sebenarnya, dahulu, malingsia itu mendaulatkan diri satu dengan indonesia. tapi hanya pada tataran politik luar negeri. karena pada saat itu indonesia lebih dulu merdeka dan lebih dulu diakui dunia internasional. jadi malingsia mengambil keuntungan dengan itu. tapi dalam urusan bisnis dan ekonomi, malingsia "masing-masing".
3. Warga Malingsia adalah bangsa pemalas dan tidak pekerja keras. Ini adalah bawaan dari para penjajahnya dulu, yaitu Inggris. warga malingsia berjiwa "tuan". mereka tidak ingin bekerja kasar, tidak ingin disuruh-suruh, tidak ingin banting tulang dalam wilayah kecil. contohnya: ketika tahun 2007 Menaker Indonesia mengumumkan akan memberhentikan pengiriman TKI ke malingsia, mereka trekaget-kaget dan takut. sehingga dengan cepat membuat program pelatihan pekerja. Semacam pelatihan untuk para pekerja rumahan, pabrikan dan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh TKI. Dan hasilnya: GAGAL! Karena memang mereka tidak bisa seperti itu: disuruh-suruh, diperintah. mereka hanya ingin memerintah dan menjadi Tuan!
4. Orang malingsia (melayu) tidak pernah ramah pada orang-orang indonesia. Maka jangan heran ketika dosen saia (dan orang2 indonesia lainnya) berkunjung ke maysia dan mereka akan senang dilayani (ketika di tempat-tempat umum seperti Bandara, Terminal, dll) oleh orang keturunan china dan india. karena ketika diterima oleh orang melayu, maka orang indonesia (siapapun, baik dosen maupun TKI) akan diperlakukan rendah. mulai dari cara bicara yang kasar, membentak dan melecehkan. ini terjadi pada dosen dan teman saia. sungguh menyebalkan!
karena itulah UNDIP semarang, sejak tahun 2007, tidak lagi menerima mahasiswa asal malingsia. karena menurut Humasr UNDIP, kualitas dan tingkat kedisiplinan mahasiswa Malaysia dalam membayar biaya studi, rendah. dan memang para mahasiswa asal malingsia berkelakuan semena-mena. seperti di negaranya sendiri, tidak sopan.
5. Tentara Malingsia kalah kualitas dibanding Tentara Indonesia. Walaupun senjata dan perlengkapan mereka sangat canggih, tapi itu tidak membuktikan bahwa militer mereka hebat. untuk urusan fisik, tentara indonesia masih unggul. ketika diadakan pelatihan bersama beberapa negara (indonesia, thailand, kamboja, australia dan malingsia) terbukti bahwa tentara indonesia paling tangguh. hidup di hutan 1minggu tanpa perbekalan sedikitpun, bahkan dalam masalah lari pun, tentara australia dan malingsia kalah telak! tentara indonesia bisa sampai 5 kali putaran mengelilingi wilayah latihan, tapi tentara lain (termasuk malingsia, hanya mampu 3 kali putaran). Ini diterangkan sendiri oleh teman saia yang ikut pelatihan tersebut.. jadi, secara kulaitas tentara malingsia sangat rendah. tapi memang secara persenjataan, mereka lebih lengkap. tapi itu bukan satu-satunya jaminan kemenangan dalam perang kan??

1 komentar:

  1. Setuju... TNI amat berpengalaman seperti berperang di Aceh, Papua di dalam negara. Ramai tentera Aceh dan penduduk di Aceh dan Papua korban. Memang hebat. Dan di Lebanon terbukti tentera yang tertinggal dapat melepasi bahaya dengan menaiki taksi. Ini amat luar biasa dan bolehlah dibanggakan.

    BalasHapus